Sabtu, 4 Februari 2012

Gurindam Dua Belas ~ Raja Ali Haji

Mari kita hayati Gurindam dua belas karya Raja Ali Haji (Allayarham). Moga boleh menjadi ingatan dan pedoman dalam kehidupan harian kita sebagai seorang muslim yang tahu jati diri sebagai anak Melayu. InsyaAllah.

 

Gurindam Dua Belas Raja Ali Haji 

Gurindam 1



Ini gurindam pasal yang pertama:

Barang siapa tiada memegang agama,
sekali-kali tiada boleh dibilangkan nama.
Barang siapa mengenal yang empat,
maka ia itulah orang yang ma'rifat
Barang siapa mengenal Allah,
suruh dan tegahnya tiada ia menyalah.

Barang siapa mengenal diri,
maka telah mengenal akan Tuhan yang bahri.
Barang siapa mengenal dunia,
tahulah ia barang yang teperdaya.
Barang siapa mengenal akhirat,
tahulah Ia dunia mudarat.

Gurindam II


Ini gurindam pasal yang kedua:

Barang siapa mengenal yang tersebut,
tahulah ia makna takut.
Barang siapa meninggalkan sembahyang,
seperti rumah tiada bertiang.
Barang siapa meninggalkan puasa,
tidaklah mendapat dua termasa.
Barang siapa meninggalkan zakat,
tiadalah hartanya beroleh berkat.
Barang siapa meninggalkan haji,
tiadalah ia menyempurnakan janji.

Gurindam III


Ini gurindam pasal yang ketiga:

Apabila terpelihara mata,
sedikitlah cita-cita.
Apabila terpelihara kuping,
khabar yang jahat tiadaiah damping.
Apabila terpelihara lidah,
niscaya dapat daripadanya paedah.
Bersungguh-sungguh engkau memeliharakan tangan,
daripada segala berat dan ringan.
Apabila perut terlalu penuh,
keluarlah fi'il yang tiada senunuh.
Anggota tengah hendaklah ingat,
di situlah banyak orang yang hilang semangat
Hendaklah peliharakan kaki,
daripada berjaian yang membawa rugi.

Gurindam IV


Ini gurindam pasal yang keempat:

Hail kerajaan di daiam tubuh,
jikalau lalim segala anggotapun rubuh.
Apabila dengki sudah bertanah,
datanglah daripadanya beberapa anak panah.
Mengumpat dan memuji hendaklah pikir,
di situlah banyak orang yang tergelincir.
Pekerjaan marah jangan dibela,
nanti hilang akal di kepala.
Jika sedikitpun berbuat bohong,
boleh diumpamakan mulutnya itu pekong.
Tanda orang yang amat celaka,
aib dirinya tiada ia sangka.
Bakhil jangan diberi singgah,
itupun perampok yang amat gagah.
Barang siapa yang sudah besar,
janganlah kelakuannya membuat kasar.
Barang siapa perkataan kotor,
mulutnya itu umpama ketur2.
Di mana tahu salah diri,
jika tidak orang lain yang berperi.

Gurindam V


Ini gurindam pasal yang kelima:

Jika hendak mengenai orang berbangsa,
lihat kepada budi dan bahasa,
Jika hendak mengenal orang yang berbahagia,
sangat memeliharakan yang sia-sia.
Jika hendak mengenal orang mulia,
lihatlah kepada kelakuan dia.
Jika hendak mengenal orang yang berilmu,
bertanya dan belajar tiadalah jemu.
Jika hendak mengenal orang yang berakal,
di dalam dunia mengambil bekal.
Jika hendak mengenal orang yang baik perangai,
lihat pada ketika bercampur dengan orang ramai.

Gurindam VI


Ini gurindam pasal yang keenam:

Cahari olehmu akan sahabat,
yang boleh dijadikan obat.
Cahari olehmu akan guru,
yang boleh tahukan tiap seteru.
Cahari olehmu akan isteri,
yang boleh dimenyerahkan diri.
Cahari olehmu akan kawan,
pilih segala orang yang setiawan.
Cahari olehmu akan abdi,
yang ada baik sedikit budi,

Gurindam VII


Ini Gurindam pasal yang ketujuh:

Apabila banyak berkata-kata,
di situlah jalan masuk dusta.
Apabila banyak berlebih-lebihan suka,
itulah landa hampirkan duka.
Apabila kita kurang siasat,
itulah tanda pekerjaan hendak sesat.
Apabila anak tidak dilatih,
I'ika besar bapanya letih.
Apabila banyak mencela orang,
itulah tanda dirinya kurang.
Apabila orang yang banyak tidur,
sia-sia sahajalah umur.
Apabila mendengar akan khabar,
menerimanya itu hendaklah sabar.
Apabila menengar akan aduan,
membicarakannya itu hendaklah cemburuan.
Apabila perkataan yang lemah-lembut,
lekaslah segala orang mengikut.
Apabila perkataan yang amat kasar,
lekaslah orang sekalian gusar.
Apabila pekerjaan yang amat benar,
tidak boleh orang berbuat onar.

Gurindam VIII


Ini gurindam pasal yang kedelapan:

Barang siapa khianat akan dirinya,
apalagi kepada lainnya.
Kepada dirinya ia aniaya,
orang itu jangan engkau percaya.
Lidah yang suka membenarkan dirinya,
daripada yang lain dapat kesalahannya.
Daripada memuji diri hendaklah sabar,
biar dan pada orang datangnya khabar.
Orang yang suka menampakkan jasa,
setengah daripada syarik mengaku kuasa.
Kejahatan diri sembunyikan,
kebalikan diri diamkan.
Keaiban orang jangan dibuka,
keaiban diri hendaklah sangka.

Gurindam IX


Ini gurindam pasal yang kesembilan:

Tahu pekerjaan tak baik,
tetapi dikerjakan,
bukannya manusia yaituiah syaitan.
Kejahatan seorang perempuan tua,
itulah iblis punya penggawa.
Kepada segaia hamba-hamba raja,
di situlah syaitan tempatnya manja.
Kebanyakan orang yang muda-muda,
di situlah syaitan tempat berkuda.
Perkumpulan laki-laki dengan perempuan,
di situlah syaitan punya jamuan.
Adapun orang tua yang hemat,
syaitan tak suka membuat sahabat
Jika orang muda kuat berguru,
dengan syaitan jadi berseteru.

Gurindam X


Ini gurindam pasal yang kesepuluh:

Dengan bapa jangan durhaka,
supaya Allah tidak murka.
Dengan ibu hendaklah hormat,
supaya badan dapat selamat.
Dengan anak janganlah lalai,
supaya boleh naik ke tengah balai.
Dengan isteri dan gundik janganlah alpa,
supaya kemaluan jangan menerpa.
Dengan kawan hendaklah adil supaya tangannya jadi kafill.

Gurindam XI


Ini gurindam pasal yang kesebelas:

Hendaklah berjasa,
kepada yang sebangsa.
Hendaklah jadi kepala,
buang perangai yang cela.
Hendaklah memegang amanat,
buanglah khianat.
Hendak marah,
dahulukan hajat.
Hendak dimulai,
jangan melalui.
Hendak ramai,
murahkan perangai.

Gurindam XII


Ini gurindam pasal yang kedua belas:
Raja muafakat dengan menteri,
seperti kebun berpagarkan duri.
Betul hati kepada raja,
tanda jadi sebarang kerja.
Hukum adil atas rakyat,
tanda raja beroleh anayat.
Kasihan orang yang berilmu,
tanda rahmat atas dirimu.
Hormat akan orang yang pandai,
tanda mengenal kasa dan cindai.
Ingatkan dirinya mati,
itulah asal berbuat bakti.
Akhirat itu terlalu nyata,
kepada hati yang tidak buta

Jumaat, 3 Februari 2012

Kemaruk Makan Buah Delima

Pucuk pauh delima batu
anak sembilang di tapak tangan
walau jauh beribu batu
hilang di mata di hati jangan...

Makan buah delima tetiba ingat pantun di atas...

Minggu ini saya menggelarkan diri saya "Minggu Kemaruk Buah Delima". Apa tidaknya dalam seminggu ini saya sudah membeli buah delima sebanyak dua kali. Pertama saya membeli buah Delima China di mana saya membelinya dengan harga 3 biji RM10.00. Selang dua hari saya membeli lagi buah delima tetapi kali ini saya membeli buah Delima Spain 4 biji RM10.00.
Buah Delima China

Isi Delima China
Buah Delima Spain


Kedua jenis buah delima ini memang manis, tapi saya rasa puas makan buah Delima China yang agak besar bijinya, sementara buah Delima Spain lebih kecil bijinya. Kedua jenis punya kenikamatan sendiri. Sambil makan tu mula membayangkan alangkah bestya kalau saya mempunyai permata delima yang indah... hehehehe...  sempat berangan..
 
Kebetulan petang tadi saya membeli donat big apple, sambil makan delima dan donat dan minum nescafe o sempat saya berimaginasi.. dan  inilah hasilnya.. hahaha.. harap boss big apple tidak marah kerana mengubah ciptaanya..
Donat Big Apple "Permata Delima"
Oleh kerana saya mula menggemari buah delima, mulalah saya mencari info berkaitannya. Di bawah adalah artikel mengenai buah delima yang boleh kita kongsi bersama.


Buah Delima; Buah Ajaib Dari Syurga
http://majalahkesehatan.com/delima-buah-ajaib-dari-surga/

Buah delima telah beribu tahun digunakan sebagai makanan. Biji delima pernah ditemukan pada situs arkeologi Zaman Perunggu Tengah (5000 tahun yang lalu) di Yerikho dan Nimrud di Israel. Bangsa Sumeria telah menanam pohon delima di bawah pohon kurma pada sekitar 3000 SM. Delima sangat sering disebut dalam Perjanjian Lama. Di dalam al Quran surat Al Rahman ayat 68, buah delima (rumman) disebut sebanyak 3 kali sebagai buah lain selain kurma yang tumbuh di surga. Setelah mempelajari berbagai sumber teks kuno, para ahli berteori bahwa buah delima mungkin adalah “apel” yang tumbuh di Taman Eden. Nama latin delima, Punica granatum, berarti buah apel yang banyak bijinya.

Obat Tradisional



Selain sebagai makanan, manfaat kesehatan delima telah dikenal dan digunakan luas di banyak budaya. Penggunaan yang paling terkenal di seluruh dunia adalah sebagai obat cacing usus (sari akarnya). Dalam Papyrus Ebers tertanggal 1530 SM, ramuan akar delima tercatat sebagai obat parasit usus, penggunaan yang terus berlanjut sampai sekarang. Dalam Ayurveda (pengobatan tradisional India), delima disebut sebagai zat yang berefek mendinginkan, terutama pada sumsum, darah dan saraf. Seorang dokter Yunani abad ke-2 bernama Soranus, penulis awal ginekologi dalam sejarah kuno, menyebutkan biji delima sebagai kontrasepsi oral dan supositoria vagina, dalam karyanya mengenai lima resep pemanfaatan buah delima. Penulis lain seperti Hippocrates, Dioscorides, dan Ibnu Sina telah menjelaskan penggunaan biji delima untuk mencegah konsepsi. Hari ini, biji delima masih digunakan sebagai kontrasepsi rakyat di beberapa wilayah Afrika.

Penelitian modern

Dalam dekade terakhir, ratusan karya ilmiah telah diterbitkan mengenai delima. Banyak efek ajaib delima telah terbukti dalam studi percobaan klinis dan manusia. Jika Anda belum memakan atau meminum jus buah delima secara teratur, berikut adalah sembilan alasan mengapa Anda perlu melakukannya:
1. Antioksidan
Penelitian terbaru menyebutkan bahwa buah delima kaya akan antosianidin yang berkhasiat antioksidan dan anti-inflamasi. Jus buah delima disebut-sebut memiliki antioksidan lebih besar daripada “makanan super” lain seperti anggur merah, teh hijau,dan blueberry. Antioksidan melawan radikal bebas yang dapat merusak sel-sel. Kerusakan sel ini berkaitan dengan segala macam penyakit termasuk kanker, penyakit jantung dan alzheimer.
2. Melindungi jantung
Sebuah studi yang diterbitkan dalam Proceedings of the National Academy of Sciences menemukan bahwa jus delima memerangi pengerasan arteri dan penyakit terkait seperti serangan jantung dan stroke. Buah delima mencegah penumpukan plak di arteri dan dapat meluruhkan penumpukan plak sebelumnya.
Studi lain pada Journal of Cardiology menemukan bahwa pasien penyakit jantung koroner (PJK) yang meminum sari buah delima setiap hari selama tiga bulan menunjukkan peningkatan aliran darah ke jantung sekitar 17 persen. Aliran darah justru menurun sebesar 18 persen pada kelompok plasebo.
3. Menurunkan kolesterol buruk
Menurut penelitian di American Journal of Clinical Nutrition, antioksidan dalam buah delima dapat mengurangi oksidasi LDL (kolesterol jahat) pada tikus. Hal ini menurunkan kadar LDL dan meningkatkan HDL (kolesterol baik).
4. Menurunkan tekanan darah
Satu studi menunjukkan bahwa minum 1,7 ons jus delima per hari menurunkan tekanan darah sistolik sebanyak 5 persen.
3. Mencegah dan mengobati kanker
Buah delima memiliki khasiat mencegah dan mengobati berbagai jenis kanker:
  • Studi di Israel menunjukkan bahwa sari buah delima menghancurkan sel-sel kanker payudara sementara membiarkan sel-sel sehat. Buah delima juga dapat mencegah pembentukan sel kanker payudara.
  • Ekstrak biji delima terfermentasi yang kaya polifenol mempromosikan pemulihan sel-sel leukemia kembali menjadi normal.
  • Studi pada tikus menunjukkan bahwa sari buah delima dapat menghambat perkembangan kanker paru-paru dan kanker prostat. Dalam sebuah penelitian terhadap 50 laki-laki yang telah menjalani pengobatan kanker prostat, konsumsi 205 gram jus delima setiap hari memperlambat penggandaan PSA (ukuran perkembangan kanker prostat) dan mengurangi kebutuhan perawatan lebih lanjut seperti kemoterapi atau terapi hormon. Tak satu pun dari pasien yang mengembangkan kanker sampai menyebar di luar prostat selama studi.
4. Melindungi otak bayi
Sebuah studi yang dipublikasikan dalam Pediatric Research menemukan bahwa meminum jus buah delima selama kehamilan membantu melindungi otak bayi yang baru lahir setelah kelahiran traumatik.
5. Mencegah osteoartritis
Beberapa studi menunjukkan bahwa sari buah delima dapat mencegah kerusakan tulang rawan. Menurut penelitian di Case Western Reserve University yang diterbitkan dalam The Journal of Nutrition, ekstrak delima menurunkan tingkat bahan kimia yang disebut interleukin-1b (IL-1b) dan enzim yang mengikis tulang rawan dan membuat inflamasi. Para peneliti mengatakan ekstrak buah delima mungkin dapat menghambat degradasi kartilago pada osteoartritis.
6. Mencegah penyakit Alzheimer
Buah delima mungkin mencegah dan memperlambat penyakit Alzheimer. Dalam sebuah studi, tikus yang dibiakkan untuk mengembangkan penyakit Alzheimer diberi jus delima. Mereka mengakumulasi plak amiloid yang lebih sedikit dan melakukan tugas-tugas mental yang lebih baik.
7.  Melindungi gigi
Penelitian menunjukkan bahwa minum jus delima mungkin merupakan cara alami untuk mencegah plak gigi.
8. Kontrasepsi alami
Studi laboratorium menunjukkan bahwa kelinci percobaan (guinea pig) betina yang diberi makan buah delima tidak hamil setelah dikawinkan dengan pejantan mereka. Penelitian itu juga menunjukkan bahwa setelah 4 bulan tidak makan buah delima, kesuburan kelinci betina kembali normal seperti semula.
9. Sumber nutrisi
Satu buah delima memiliki sekitar 40 persen kebutuhan vitamin C harian yang direkomendasikan untuk orang dewasa, bersama dengan asam folat, serat, kalium, niasin dan vitamin A dan E.

Tips mengonsumsi buah delima

Ketika membeli buah delima, pilih yang berat dan tidak retak kulitnya. Bila disimpan di lemari es, buah ini dapat bertahan sampai enam bulan. Tapi lebih baik memakan yang segar.
Untuk membuka delima, pertama Anda harus memotong mahkotanya, lalu iris kulitnya dari atas ke bawah pada tiga atau empat bagian. Buka kulit delima dengan jari-jari Anda dan ambil isi buahnya ke dalam dalam mangkuk.
Baik daging maupun biji  delima bisa dimakan. Biji delima adalah sumber serat dan nutrisi yang baik, jika Anda merasa nyaman memakannya. Banyak khasiat buah delima terdapat pada bijinya.

Sumber: http://majalahkesehatan.com/delima-buah-ajaib-dari-surga/

Sabtu, 28 Januari 2012

MELAYU ~ SASTERAWAN NEGARA DATUK (DR) USMAN AWANG

Melayu itu orang yang bijaksana
Nakalnya bersulam jenaka
Budi bahasanya tidak terkira
Kurang ajarnya tetap santun
Jika menipu pun masih bersopan
Bila mengampu bijak beralas tangan. Melayu itu berani jika bersalah
Kecut takut kerana benar,
Janji simpan di perut
Selalu pecah di mulut,
Biar mati adat
Jangan mati anak.

Melayu di tanah Semenanjung luas maknanya:
Jawa itu Melayu,
Bugis itu Melayu
Banjar juga disebut Melayu,
Minangkabau memang Melayu,
Keturunan Acheh adalah Melayu,
Jakun dan Sakai asli Melayu,
Arab dan Pakistani, semua Melayu
Mamak dan Malbari serap ke Melayu
Malah muaalaf bertakrif Melayu

Dalam sejarahnya
Melayu itu pengembara lautan
Melorongkan jalur sejarah zaman
Begitu luas daerah sempadan

Sayangnya kini segala kehilangan
Melayu itu kaya falsafahnya
Kias kata bidal pusaka
Akar budi bersulamkan daya
Gedung akal laut bicara

Malangnya Melayu itu kuat bersorak
Terlalu ghairah pesta temasya
Sedangkan kampung telah tergadai
Sawah sejalur tinggal sejengkal tanah sebidang mudah terjual
Meski telah memiliki telaga
Tangan masih memegang tali
Sedang orang mencapai timba.

Berbuahlah pisang tiga kali
Melayu itu masih bermimpi
Walaupun sudah mengenal universiti
Masih berdagang di rumah sendiri.

Berkelahi cara Melayu
Menikam dengan pantun
Menyanggah dengan senyum
Marahnya dengan diam
Merendah bukan menyembah
Meninggi bukan melonjak.

Watak Melayu menolak permusuhan
Setia dan sabar tiada sempadan
Tapi jika marah tak nampak telinga
Musuh dicari ke lubang cacing
Tak dapat tanduk telinga dijinjing

Maruah dan agama dihina jangan
Hebat amuknya tak kenal lawan
Berdamai cara Melayu indah sekali
Silaturrahim hati yang murni
Maaf diungkap senantiasa bersahut
Tangan diulur sentiasa bersambut
Luka pun tidak lagi berparut

Baiknya hati Melayu itu tak terbandingkan
Selagi yang ada sanggup diberikan
Sehingga tercipta sebuah kiasan:

"Dagang lalu nasi ditanakkan
Suami pulang lapar tak makan
Kera di hutan disusu-susukan
Anak di pangkuan mati kebuluran"

Bagaimanakah Melayu abad dua puluh satu
Masihkan tunduk tersipu-sipu?

Jangan takut melanggar pantang
Jika pantang menghalang kemajuan;

Jangan segan menentang larangan
Jika yakin kepada kebenaran;

Jangan malu mengucapkan keyakinan
Jika percaya kepada keadilan

Jadilah bangsa yang bijaksana
Memegang tali memegang timba
Memiliki ekonomi mencipta budaya
Menjadi tuan di negara Merdeka



Bila membaca puisi ini ada satu semangat yang membara di hati, ada rasa pilu menginjak kalbu, ada rasa malu pada bangsaku, ada rasa kebenaran mengiringi waktu.. 
Makanya mungkinkah MELAYU sudah hilang malunya bila sentiasa sengketa sepanjang zaman demi kuasa yang tidak kekal...Di mana bangsa Melayu yang sopan dan santun berpegang pada tali Allah demi aqidah demi maruah agama..? Mana sopan dan tingkahlaku Melayu yang elok pandangan mata bila merempit di jalanan merbahaya,, Mana bijaknya cendikiawan jika hanya tahu berebut kuasa dan nama, mana alimnya para pendita jika hanya membawa perbalahan..
mungkinkah Melayuku akan pupus walau itu bukan sumpah Hang Tuah.

Khamis, 19 Januari 2012

~Carik Carik Bulu Ayam~ Ummi VS Azwan Hj Ali

Perbalahan boleh terjadi di mana-mana dan dengan siapa pun. Perbalahan tentunya pernah terjadi di dalam lingkungan keluarga sama ada ianya serius atau tidak.  Kasih-sayang yang tebal di kalangan anggota keluarga boleh menghentikan perbalahan namun begitu kena ada dorongan yang positif diri semua pihak. Pengorbanan dan ego perlu dibuang demi kesejahteraan hidup, demi kasih sayang ibu dan ayah,  demi maruah diri dan keluarga.  Tidak dinafikan perbalahan akan membawa keretakkan yang berpanjangan tetapi jika telah dibukakan hati dan mata untuk melihat kebenaran harus dibuang ego dan dendam. Muhasabah dirilah agar  diri tiada berlaku musibah.

Video sidang akhbar Ummi Hafilda VS Azwan Haji Ali  adalah satu contoh yang baik.  Tahniah dan syabas buat Ummi yang sentiasa berjiwa kental demi hak dan tanggungjawabnya. Semoga masing-masing punya kekuatan untuk menjadi warganegara dan anak yang baik. Lebih bersikap positif supaya hidup aman dan damai selamanya. Hati ibu mana yang tidak akan sayu dan sedih bila anak-anak yang dilahirkan sering berbalah sesama sendiri yang mengaibkan nama keluarga. Apa pun yang  telah Azwan katakan harap kita memberi ruang dan peluang untuk beliau terus berubah ke arah yang baik. Mari kita berfikiran positif demi kesejahteraan hidup dalam bekeluarga.  Kita juga perlu beringat "virus" ada di mana-mana, yang boleh menggagalkan kehidupan kita, dan dalam masa yang sama boleh memberikan kita macam-macam penyakit..

Ahad, 15 Januari 2012

~Temberang Sang Suami Demi Sayang Isteri~

Ada masa kita begitu diplomasi dalam bertutur terutama bila kita tenang dan ingin merasionalkan keadaan demi kesejahteraan.. ada masa kita begitu sinis bila memberi pandangan kerana ada elemen menyampah dan tidak puas hati namun begitu mungkin kita ikhlas menyuarakan walau pun pahit untuk didengar. Adakalanya kita terpaksa berkata "seolah benar" tetapi sebenarnya "tidak benar" hanya untuk menyenang hati terutama kepada penggemar pujian...
So kepada yang bergelar "suami-suami" silalah puji masakan, penampilan diri, dan potongan badan isteri anda walau hakikatnya anda tidak bersetuju.. tentu anda semua bijak bagaimana nak cari ayat power! hahahahahaha.....
Teringat pulak lagu Saloma ~ Tiru Macam Saya~

~Berkuasa Yang Tidak Berkuasa VS Tidak Berkuasa Tapi Berkuasa~

"Berkuasa Yang Tidak Berkuasa" mungkin merujuk kepada individu yang mempunyai kelayakan dari segi kewibawaan untuk melakukan satu arahan, perintah, hukuman, perlaksanaan, persetujuaan atau apa sahaja yang merujuk kepada bidang kuasa yang individu itu berhak. Namun begitu tidak mempunyai kelayakan dari segi tenaga fizikal, fikiran atau emosi  yang mampu untuk melakukan sesuatu pergerakkan, tindakan, keputusan atau tidak mempunyai kelayakkan sama ada dari segi akademik, ekonomi atau satatus sosialnya. 

Ada dua situasi di sini. Pertama, walau mempunyai keterbatasan dari fizikal tetapi kuasa arahan tetap dipatuhi. Rasa hormat dan patuh arahan oleh pengikut membuatkan golongan individu ini tetap berkuasa. Golongan kedua pula ibarat kata macam "boneka".  Masihkah ada di zaman ini "boneka" yang kelihatan berkuasa tetapi tidak berkuasa? Mungkinkah golongan ini  wujud tetapi "tidak bernyawa" (tunggul)  bagaikan  "Patung Chendana". 

Bagaimana pula orang yang "Tidak Berkuasa Tetapi Berkuasa"? Ayat ini mengingatkan saya cerita dongeng raja-raja zaman dahulu, di mana panglima atau orang besar lebih berkuasa dari raja sebenar. Itu cerita dongeng yang mungkin akan berakhir dengan seorang putera raja yang kacak dan gagah perkasa akhirnya menjadi raja sebenar memerintah negara yang berdaulat dengan adil.  Dalam konteks kehidupan realiti,  perkara "tidak berkuasa tetapi berkuasa" ada  di mana-mana dan pastinya berlaku. Kehidupan rumah tangga misalnya, di mana isteri lebih berkuasa membuat keputusan berbanding suami. Dalam konteks organisasi, anak buah (kakitangan) lebih berkuasa dari bossnya sendiri.

Dalam perkara ini, setiap individu sebenarnya kena tahu dan berani menggunakan kuasanya atau bila sebenarnya kuasa benar-benar sesuai digunakan. Dalam apa perkara pun sebagai manusia yang mempelajari hukum hakam agama,  adab budaya, yang mempunyai pemikiran yang mana elok atau tidak elok akan tahu di mana kedudukan diri sendiri. Kesesuaian untuk melahirkan buah fikiran, tindakan atau keputusan yang boleh menyenangkan manusia sejagat. Manusia yang baik akan tahu menilai buruk dan baik tetapi manusia yang jahat budi pekerti dan pemikiran akan sentiasa mencari peluang untuk kepentingan diri sendiri. Sikap prasangka buruk, dengki khianat dan suka menjatuhkan orang menjadi salah satu mainan dalam hidupnya.

Tidak dinafikan manusia yang punya sikap mengambil atau merebut peluang dan ruang yang ada ditambah dengan kebijaksanaan mengatur pelbagai strategi lazimnya akan berjaya. Tidak mengapa jika kepelbagaian strategi yang baik dan mulia digunakan untuk mengecapi kejayaan.  Bagaimana pula jika strategi yang digunakan hanya bertujuan untuk menjatuhkan kredibel orang lain, mengaibkan orang lain malah mungkin memusnahkan kehidupan orang lain. Adakah kita akan berpuas hati melihat orang lain jatuh atas sebab sikap kita yang cemburu dan tidak sanggup kepada persaingan?

Dalam persaingan sihat, hanya manusia yang beriman akan memikirkan semua perkara dengan baik dan ikhlas. Sayang menyayangi, hormat menghormati, saling menegur kesilapan, berhemah dalam tuturkata, perkongsian idea atau ilmu tentunya akan menyelamatkan situasi dan kepimpinan pun akan dihormati.

Pokok pangkalnya kita tahu di mana bumi dipijak di situ langit dijunjung. Janganlah kita ibarat kaduk naik junjung, atau si kudung mendapat cincin. 

Wallahualam.
Syanz Abdul Raoof.

Jumaat, 13 Januari 2012

Kala Bulan Gerhana, Bulan Penuh, dan Bulan Di Siang Hari..

Bulan Dikala Siang Hari
Bulan Purnama

Bulan Gerhana

Mentari Petang

Awan Penyeri Langit
Akhir-akhir ini aku berminat sangat melihat alam.. terasa ngeri, rasa takut, rasa kagum, rasa pelik, dan rasa gembira semuanya silih berganti dalam diriku. Tentunya aku amat kagum ciptaan Allah maha pencipta.. Mungkin juga kerana alam yang kelihatan sering berubah-ubah.. pagi cerah, petang mendung, malam hujan dan kadangkala siang mendung dan malam cuaca elok sekali. membuatkan aku tertarik untuk mengikuti perkembangan alam.  Kamera dalam beg tanganku adalah teman karib untuk aku merakamnya.

Tentunya manusia suka suasana malam indah bulan mengambang penuh dan juga kerlipan bintang-bintang sambil menghirup udara segar dan nyaman di malam hari dan di siang yang cerah tetapi redup yang membolehkan kita bergerak bebas. Begitu juga hujan yang turun punya kenikmatan dan rahsia sendiri..  

Mungkinkah juga mood manusia akan sama berubah seperti alam? atau sememangnya mood manusia sentiasa berubah kerana kehendak diri tidak pernah rasa puas?.

Maha besar Allah menjadikan bulan, bintang, matahari, awan, pelangi dan langit yang indah untuk dilihat dan dinikmati. Dalam masa yang sama kita juga akur dengan wujudnya ribut, kilat, angin kecang, gelombang besar. Segalanya ada kenikmatan dan rahsia sendiri.

Selama hayat kita dikandung badan, suka duka alam sentiasa mengiringi setiap saat nyawa kita. Maha besar Allah yang mencipta alam untuk makhlukNya. Cintailah alam, dan cintailah sesama makhluk kerana antara kita, alam dan makhluk yang lain saling melengkapi. 

Rabu, 4 Januari 2012

Bila Alam Mula Merajuk


Gemersik alunan nyiur melambai
bukan lagi halwa telinga
deruan ombak mengalun manja
bukan lagi membuat hati merindu sayu
bulan mengambang penur sinar
bukan lagi membuat pungguk memujuk rindu         
awan gemawan putih mencelah

bukan lagi boleh kupintal menjadi tenunan..
sang mentari yang bersinar
sudah menjadi bara panggangan diri
air di kali mengalir jernih
tidak lagi menjadi secangkir madu
mengalir enak dalam tubuhku

 Wahai alam kasihku
usah lagi kau merajuk
tekala aku masih merindu
mendambakan keindahanmu
dalam hangat pelukan kasihmu
ketika aku sejuk dalam hembusan nafasmu
bisa aku lena dalam sinar redupmu
bersama cahaya indah kejoramu
 

Wahai kasihku
aku tahu kiranya kau lesu
rajukmu panjang membawa derita
bisa insan tiada malam dan siang
gusar hidup sepanjang masa
perit dan duka membawa sengsara..

Wahai kasihku alam semesta
pasti kau gembira
bila semua insan sayang kehadiranmu
memuji dan menyayangimu
kerana antara kau dan aku

dijanji sebagai pelengkap hidup
hanya bisa diambil olehNya
kasihku usah lagi kau merajuk
kerana aku bisa derita..



 *Semua gambar sumber google.





Sabtu, 31 Disember 2011

~Bila Dendam Masih Ada~


Januari hingga Disember 2011
Pengisian yang penuh emosi..
Ada perkara yang boleh dimaafkan ibarat angin berlalu..
Tetapi tetap ada luka yang masih bernanah..
Jika sudah sembuh pun tetap ada parutnya..
Hidup ini ibarat roda...
Untuk mereka "pengkhianat saudara Islam"
Kepada Allah aku berserah..
Aku takut
Tiada kemaafan untuk kalian yang berhati "syaitan"
Kerana aku hanya insan biasa
Punya hati, punya akal
Kadangkala beku dan kadangkala cair...
Yang bisa membuat senyumku
Bagai api memanas dalam dadamu
Mengiring dosa silammu
Membayangi aib sepanjang hidupmu....
(Khusus kepada pemfitnah, pensihir, pengasut, pengadudomba, dan sewaktu dengannya....)
Moga kalian dibuka hati dan menjadi orang beriman...
Cuma belum bisa aku maafkan kalian.. 

Khamis, 29 Disember 2011

Masalah Remaja: Siapa Ugut Siapa?

Kisah benar-benar berlaku...
Pelik bin Ajaib bila Remaja A mendakwa diperas ugut RM100.00 oleh seorang Remaja B dan Remaja C. Remaja A dan keluarga datang menemui keluarga Remaja B dan menyatakan tarikh diperas ugut.. tetapi tarikh berkenaan Remaja B dan keluarganya pergi bercuti, kemudian Remaja A mendakwa bahawa dirinya silap dan menyatakan dua hari sebelumnya.. tetapi dua hari sebelumnya juga Remaja B dan keluarga sedang bercuti, lalu dipinda pula tarikh yang kononya sebelum raya haji.. Dah lah lokasi dikata sekejap di lokasi A, sekejap di lokasi B. Melihat fakta yang tidak konsisten, keluarga Remaja A memberi alasan kononnya Remaja A agaknya sedang demam dan tak ingat... Terasa amat kelakar bila mendengarnya, atau demi duit RM100.00 keluarga Remaja A sudah hilang maruah dirinya... untuk terus bersekongkol..

Demi mempertahankan si Remaja A, ahli keluarganya telah mengugut dan membelasah si Remaja C, kerana Remaja C tidak mengaku.  Mungkin merasakan taktiknya tidak menjadi, keluarga Remaja A mewujudkan cerita kononya si Remaja C sudah membuat pengakuan di mana Remaja B yang mengambil kesemua wangnya, sementara kepada Remaja C pula, dikatakan bahawa Remaja B juga sudah membuat pengakuan bahawa Remaja C memang terlibat.  Cerita ini telah dicanang seluruh kampung. Yang peliknya ahli keluarga Remaja A begitu membela perlakuan Remaja A tanpa rasa segan dan silu walau pun segala fakta yang dinyatakan langsung tidak terbukti... malah sanggup mewujudkan seolah situasi itu benar-benar wujud.
 
Walaupun keluarga Remaja B terfikir untuk membuat laporan polis, tetapi demi untuk menjaga nama baik  hubungan sesama jiran, keluarga B dengan rasa curiga dan pelik tetap membayar wang RM100.00 sebagai gantian apa yang terjadi. Semasa menghulurkan note RM50.00  sebanyak 2 keping, si Remaja A dengan rakus terus menyambar tanpa sopan. Ahli keluarga hanya memandang dengan diam tanpa rasa malu, tanpa rasa bersalah dan tanpa pernah berfikir apa cara yang terbaik untuk menyelesaikan masalah remaja  A dengan cara berhemah.  Adakah cara penyelesaian yang tidak berhemah tersebut sudah menjadi budaya mereka?

Tiada manusia yang sempurna,  namun begitu kalau dibudayakan cara gaya hidup yang menyokong perlakuan biadap serta membudayakan perlakuan yang tidak bertemadun maka tersimpanlah sebagai satu sejarah keburukan dalam satu-satu keluarga. Persoalannya.. wajarkah kita turut menyokong perlakuan sedemikian tanpa menyiasat sama ada anak kita memang menjadi mangsa atau pemangsa atau memang sengaja bersubahat untuk  dapat duit percuma? Dan sanggupkah kita menikmati wang RM100.00 dari hasil ugutan dan memfitnah sesama saudara Islam? Persolan besar: ~Siapa Ugut Siapa?~

Khamis, 22 Disember 2011

Siswa-Siswi Vs Penderhaka

Tanggungjawab bergelar siswazah ni beratnya bukan sekadar seberat buku yang dibawa ke hulu atau ke hilir. Ianya berat yang tidak boleh terukur dek timbangan kilo. Berat  memikul tanggungjawab pada diri sendiri,  menjaga nama baik dan harapan ibu bapa, menjaga nama baik asal keturunan, menjaga nama baik para pensyarah dan tentunya nama baik univrsiti.
Syukur kehadrat Allah bagi siswazah yang punya tanggung jawab pada diri, bangsa, negara dan agama.  Keempat elemen ini penting didukung bersama dalam membawa gelaran sebagai siswazah.  Apalah gunanya jika hanya pandai tetapi tidak berilmu, tetapi tidak matang. Apalah gunanya hanya pandai tetapi hanya pandai membawa kehancuran. Apalah gunanya pandai kalau hanya membawa kontraversi yang mencemarkan nama baik sendiri. Apalah gunanya hanya pandai tetapi dilebelkan sebagai penderhaka kepada ibu bapa, bangsa, negara dan agama sendiri.
Dalam arus perdana ini, ramai orang yang ingin mempergunakan tenaga muda yang berjiwa besar tetapi cetek kematangan demi agenda dan kepentingan diri sendiri.  Apakah peranan golongan dewasa yang dikatakan matang, punya kuasa, punya kredibiliti untuk membawa anak muda yang tersasar kembali ke landasan sebenar. Wahai pengurusan universiti, pemimpin politik, ibu bapa, para ilmuan bantulah anak-anak muda ini yang perlu bimbingan dan ajarlah mereka hal tanggungjawab. Jangan biarkan mereka hanyut kerana mereka ini adalah aset negara.
Siswa/siswi yang punya tanggungjawab dan faham di bahunya ada amanah yang perlu ditunaikan akan berfikir seribu kali malah beribu-ribu kali untuk memikirkan hal kebaikan dirinya dan juga orang lain. Usahlah kita terlalu hanyut dek janji di mana bulan dan matahari  seolah bisa diubah kedudukannya.  Walau jauh di sudut hati ada bisikan mengatakan semuanya itu maha mustahil.
Wahai adik-adik yang sedang belajar di IPTA/S tunaikan tanggungjawab anda sebagi siswa/wi demi masa hadapanmu. Usah menyongsang arus kerana tidak tercapai kematangan akalmu berhadapan dengan "politik gila" orang-orang yang tidak bertanggungjawab. Orang yang sayang agamanya, bangsanya, negaranya, keluarganya tidak akan membiarkan dirinya menjadi penderhaka dan menjadi agen kepada penderhaka agama, bangsa dan negara. Kembalilah kepada tanggungjawab kalian sebagai pelajar yang berhemah. Jika sudah ada segulung ijazah, jika sudah ada duit berkarung guni, jika sudah ada pangkat, tekadkan hati dan carilah formula bagaimana menjadikan negara yang tercinta ini terus aman damai, kukuh ekonominya, rakyatnya berjiwa besar dan kuat pendirian agamanya. 

Selasa, 13 Disember 2011

Apa guna berjanji....

 
Lirik lagu Apa Guna Berjanji (Saloma)

Apa guna berjanji
Kalau tak ditepati
Kelak meracun hati
Tuan sendiri
Mengigit jari

Jangan main asmara
Bukan mudah bercinta
Yang ditunggu tak tiba
Tidur tak lena
Mandi tak basah

Korus:

Dengar lah
Nasihat ku ini
Mari hiburkan hati

Apa guna berduka cita
Nanti tuan merana
Oh…awaslah
Wahai taulan

Cinta bukan mainan
Bila sudah tertawan
Tak takut ribut
Ataupun taufan

(Ulang korus)
* (video dan lirik~ sumber google)



Apa guna berjanji... kalau tak ditepati... ini adalah sebahagian  lirik  dalam filem Masam-Masam Manis arahan Tan Sri P. Ramli dan didendangkan oleh isterinya sendiri Puan Sri Saloma..
Lagu ini tentunya menggambarkan individu yang berjanji tetapi sukar atau tidak boleh melaksanakan janjinya dan kesan jika gagal menunaikan janji kepada penerima janji..
Bila berjanji tentu wajib ditunai. Bagi orang muslim tentu dikata munafik jika tidak dapat menunaikan janji...
Kepada pemimpin tidak kira pemimpin politik kah, pemimpin keluarga kah atau individu yang berjanji tu.. ingat-ingatlah janji hang pa... jangan membiarkan penerima janji akan rosak diri dan tentunya tukang janji maruahnya tercalar.. bila janji tidak dapat ditunaikan... ermmmmmmmm.....

Khamis, 8 Disember 2011

Team Building: Sikap Dan Minda Yang Terbuka

Alhamdulillah semangat berpasukan melalui program team building dapat dilaksanakan pada 5 - 7 Disember 2011 bertempat di My Gopeng Resort yang terletak 5 km dari bandar Gopeng, Perak. Perjalanan melalui perkampung di kaki bukit, melalui laluan jalan yang berbukit di apit dusun buah-buahan serta aliran jeram amat mengasyikkan. Apa tah lagi kami semua tanpa mengira pangkat menaiki lori beramai-ramai. menghirup udara segar sepanjang perjalanan pergi dan balik.  Keseronokan tergambar di muka setiap peserta kerana ramai yang pertama kali melalui pengalaman ini.  Tujuan tidak lain menghadiri team building yang dianjurkan oleh pejabat.

Resort yang dikeliling bukit bukau dan dusun durian memberi persekitaran nyaman kepada peserta kursus
Apa pun semangat setia kawan dan bekerjasama boleh dilihat melalui program team building. Melalui team building juga boleh membentuk semangat setia kawan dan bekerjasama. Kelihatan dua ayat ini seakan serupa namun begitu ia sebenarnya berbeza melalui sikap yang ditonjolkan.

Seseorang yang sentiasa berfikiran positif akan sentiasa berjiwa besar melalui tutur katanya, tingkah lakunya, pandanngan atau idea yang dilontarkan serta emosi stabil yang dizahirkan.

Sebaliknya bagi mereka yang kurang motivasi dan tidak bersikap matang kelihatan sentiasa pasif, acuh tidak acuh dan juga pandangannya yang sentiasa menerima atau menolak atau sering menunding jari. Sikap ini boleh diubah melalui program team building.

Apa pun pengisian program, objektif utama adalah memerlukan individu yang sentiasa berfikiran terbuka, sentiasa bersikap sporting, tidak mudah putus asa, bersedia menerima teguran dan mengakui kesilapan. Perubahan persekitaran melalui pengalaman merupakan aset terbaik kepada individu untuk menambah pengetahuan,  dan juga mengadaptasi ilmu baru yang berguna untuk dilaksanakan dalam persekitaran kerja mahu pun dalam kehidupan peribadi.

Dalam konteks ini, team building akan dapat mengubah paradigma seseorang. Dari seorang yang jumud dalam satu perkara tetapi akhirnya dapat memahami dan menerima beberapa  perkara yang selama ini di luar kotak pemikiranya.

Apa pun jua tujuan team building, sikap menghormati antara individu adalah penting, di samping komunikasi yang berkesan,  dan tahu di mana, apa perkataan yang sesuai mengikut status individu lain juga perlu dipelajari.  Kadangkala objektif team building tidak tercapai dek kerana kita gagal dalam menyampaikan maklumat dan tidak tahu cara gaya serta adap berkomuniasi sejajar status individu yang kita lawan bercakap.
Kadangkala habit berbahasa dalam kumpulan tertentu terbawa-bawa apabila bertutur dan merujuk kepada kumpulan individu yang lain, walau kita tahu tidak sewajarnya kita menggunakan bahasa yang dikira tidak sopan kepada pihak atasan kita.

Dalam perkara ini, selain perubahan sikap yang negatif kepada positif, pemikiran juga perlu sentiasa berkembang sejajar dengan edaran masa, situasi dan kehendak persekitaran di samping emosi yang stabil. Maka dari itu, tanpa team building pun kita juga mungkin sentiasa siap sedia dalam apa jua arahan dalam konteks organisasi, siap siaga apa jua rintangan dan berlapang dada menerima segala kerenah manusia. Berfikiran positif dan berjiwa besar ini akan mempengaruhi untuk kita terus maju jaya dan bersikap kental.



persediaan untuk membuat aktiviti kumpulan

Tambah kapsyen

Kumpulan Biru adalah Juara dalam aktiviti berkumpulan..

Terpaksa menaiki lori untuk menuju ke destinasi.. Pengalaman yang munkin tidak dapat dilupakan.. susah senang bersama..

sikap sporting dan saling memberi idea akan menghasilkan kejayaan..

Hari Terakhir : Seronok menaiki lori sejauh 5 km melalui lereng bukit di samping melihat kehijau dan haruman buah durian sepanjang jalan... menuju ke bandar Gopeng untuk menaiki bas balik ke Bangi...

Jumaat, 2 Disember 2011

~~Cinta Yang Kecundang~~



Gambar dari Google
 
Manusia dilahirkan dengan pelbagai perasaan.. rasa suka, duka, marah, geram, dendam, simpati, sayu, gabra, berdebar-debar, takut, benci, sayang, cinta, kasih, lapar, dahaga dan bekeinginan sesuatu yang mungkin di luar jangkauan fikiran dan keperluan kita sendiri.  Nafsu, citarasa dan kehendak ini mungkin bukan serentak kita rasai namun begitu seringkali silih berganti dan mengikuti situasi. Manusia sememangnya lahir bersama fitrah yang dianugerah oleh Allah S.W.T untuk hambanya. Adakah di antara kita yang  langsung tidak memiliki perasaan-perasaan itu?.

Selain rasa cinta kepada maha pencipta cinta ~ Allah yang Maha Esa, kita juga wajib mencintai agama,  negara, bangsa,  ibu bapa dan keluarga, harta benda kita, malah kerjaya kita. Wujudnya rasa cinta kepada semua ini akan membuat kita sentiasa punya tanggungjawab diri, amanah dan ikhlas untuk berbakti.

Persoalannya, bagaimana jika cinta kepada sesama insan? Ianya berbalik kepada fitrah dan takdir penentu. Hari ini kita boleh bertemu dengan insan yang begitu asing dalam kehidupan dan mungkin insan ini akan menjadi jodoh yang kekal hingga akhir hayat.

Bila menyebut rasa cinta, pelbagai sikap dan tingkahlaku yang kadang kala di luar kawalan  pemikiran manusia.  Sesetengah manusia sanggup  bertaruhan untuk mendapatkan cinta., dan melahirkan cinta kepada pasangannya. Cinta yang bagaimana mudah untuk diperolehi? Cinta yang bagaimana  indah untuk dikenang? Cinta yang bagaimana amat melukakan hati? Cinta yang bagaimana membawa rasa kecundang dalam diri? Cinta yang bagaimana membuat kita tenang selalu?

Jatuh cinta dan kecundang dalam cinta juga adalah pengalaman berharga dan ini adalah anugerah dalam mewarnai kehidupan manusia.  Wujudnya cinta yang disulami rasa keikhlasan dan tanggungjawab mungkin memberi kebahagiaan kepada manusia.  Cinta yang disulami nafsu, kedudukan, harta benda, kecantikan mungkin akan lenyap bersama susutnya perasaan yang dianggap sementara ianya masih ada. Kecantikan rupa, harta benda, pangkat dan darjah boleh hilang dalam sekelip mata.

Cinta tanpa restu, cinta beralih arah, cinta yang dikhianati akan menyebabkan insan-insan akan rasa berputus asa, kecewa, rasa terhina, dendam dan ada setengahnya sanggup memusnahkan diri. Sebelum ditimpa pelbagai penyakit cinta, semua manusia harus melengkapi diri dengan ilmu cinta,  Harus sentiasa bersedia untuk menerima apa jua kemungkinan, dan paling penting perlunya keiklasan dan redha jika kecundang. Kematangan dan sikap terbuka akan memberi kekuatan dalam kehidupan bagi insan yang kecundang dalam cinta dan tentunya kepada Allah jua harus kita berserah. Allah maha mengetahui dan setiap kejadian tentunya ada hikmahnya.
Syanz Abraoof
02.12.2011 

Ahad, 27 November 2011

Bukan Mereka Pinta Lahir Demikian...

Minggu lepas saya bertugas sebagai panel penemuduga calon-calon pelatih yang ditawarkan untuk mengikuti kemahiran di Pusat Latihan Perindustrian dan Pemulihan (PLPP) Bangi.  Pengalaman saya ini wajar untuk dikongsi bersama rakan-rakan sebagai membuka minda dan tentunya mengharap golongan  normal lebih mengerti dan memahami nasib orang kurang upaya (OKU). 
OKU yang hadir untuk ditemuduga penuh harapan begitu juga ibu bapa yang mengiringi kehadiran mereka. Riak muka dan gambaran di anak mata mereka mengharapkan satu perubahan secara total akan berlaku dalam  kehidupan mereka. Pelbagai wajah yang silih berganti dalam mengisi ruang kamar temuduga dan tentunya pelbagai watak dan cerita yang penuh dramatik mengiringi liku-liku kehidupan OKU ini. Pelbagai cerita ini menguji emosi dan mindaku sebagai panel.  Pertembungan emosi, dasar dan skema  tentunya berlaku, namun begitu kematangan dan keadilan kena seiring.
Sedia maklum, ramai OKU yang tidak dapat melanjutkan pelajaran,  hatta mendapat pendidikan asas juga  terlepas disebabkan faktor fizikal dan juga permasalahan ekonomi ibu bapa.  Apa yang ingin saya kongsikan kepada sahabat semua, adalah perasaan dan tekanan kepada golongan yang pada awalnya normal dan tiba-tiba menjadi cacat. Kehidupan yang riang ria, penuh kasih-sayang, mendapat pendidikan, bijak, ceria, dan aktif tiba-tiba kehidupan itu terus lenyap bersama kemurungan dek kecacatan akibat kemalangan. Bagi mereka yang masih belajar peluang pendidikan terpaksa tertangguh, wal hal mereka ini cukup bijak dan aktif. Keputusan peperiksaan di sekolah amat cemerlang, aktif dengan kokurikulum, berwajah cantik dan segak tetapi bila hadir temuduga secara nyata, dipandang dan ditemubual gambaran keceriaan itu  telah lama hilang. Kelihatan hanya wajah penuh harapan, kadang kala ingatan tidak dapat dipulihkan, pergerakan perlu sokongan, aktiviti harian dan selera makan sudah terbatas ditambah dengan adanya penyakit yang disebabkan kecacatan.
Golongan yang telah punya kerjaya tiba-tiba tidak mampu untuk bekerja. Anak isteri terbeban dek tunggak utama telah cacat dan tidak mampu bergerak pantas seperti dahulu. Majikan mungkin tidak memerlukan lagi sebagai pekerja.  Akibatnya punca pendapatan keluarga akan terjejas maka trauma dalam kehidupan mereka akan lama bertapak. Tidak perlu menyalahkan takdir kerana Allah mengetahui apa yang tersembunyi  dan  ada sebab dan akibatnya yang pasti setiap yang berlaku ada hikmah di sebaliknya. Namun begitu kemalangan boleh dielak jika kita semua sentiasa peka dan mematuhi peraturan.
Pengalaman ini harusnya dikongsi semua orang, agar golongan normal dapat mengerti akan  penderitaan yang dialami oleh OKU.  Perlunya keperihatinan dan sokongan semua pihak agar golongan minoriti ini lebih dihargai.  Kehadiran mereka akan melengkapi kehidupan kita yang normal. Jangan menyangka bila kita normal kita boleh melakukan segalanya dan jangan ingat bahawa golongan OKU tidak mampu melakukan sesuatu  kerana OKU juga manusia yang sentiasa berusaha untuk terus maju. Kadangkala kehendak dan semangat mereka yang tinggi membuatkan mereka mampu buat sesuatu di mana orang normal langsung tidak terfikir dan mampu melakukannya.
Beringatlah sebelum kita terlambat kerana sedikit kelekaan boleh membawa padah dalam kehidupan kita. Jangan sekali ada pandangan hina di mata kita terhadap golongan ini, kerana Allah menguji kita sama ada patuh atau ingkar akan suruhanNya menolong sesama insan. Semoga pengertian kita akan lebih terbuka apabila kita mengetahui serba sedikit tentang OKU ini kerana mereka tidak minta dilahirkan sedemikian...

Khamis, 17 November 2011

Kenalan Tanpa Nama Di Giant

Semalam bersama adik sepupu pergi ke Giant untuk membeli barangan dapur.. al-maklumlah bila famili datang rasa seronok nak memasak dan hasrat menjamu tamu tentulah tinggi.. Geram melihat buah labu yang kelihatan segar.. terasa hendak membelinya.. sambil membelek-belek labu tu, tiba-tiba seorang wanita di sebelah saya yang sedang membelek kunyit segar memandang saya dan berkata.. "kalau orang Cina memilih labu, mereka akan pilih yang bewarna hijau berbanding warna kuning" dan saya pun berkata "oooh!.. 

           Perbualan kami bertambah rancak.. katanya dia memilih kunyit kerana behasrat untuk menanam, dan dia pun becerita dia banyak menanam sayuran dan herba seperti lengkuas, daun kesom, daun kunyit.. dan saya mencadangkan supaya beliau turut menanam pokok kantan.  Kerana bunga kantan sekuntum yang dijual di Giant berharga RM2.00. Oleh kerana nak membuat laksa terpaksa juga saya membelinya.

           Bila sebut daun kunyit saya pun menambah kalau daun kunyit sedap dibuat jemput-jemput.. rupanya resepi dan cita rasa kami sealiran.. dari bab tanaman dan sayuran beralih pula ke resepi jemput-jemput daun kunyit campur udang. Beliau menambah jika jemput-jemput  hendak lembut hendaklah dicampur dengan telur.. adunannya perlulah agak cair dan lembut.. wanita ini menambah lagi.. dia tidak membeli makanan atau makan di luar dan akan masak sendiri dan Alhamdulillah hasil tanamannya telah dapat dituai.. Saya mengangguk-angguk dan rasa kagum kepada wanita kecil molek yang saya agak  mungkin usianya lewat 40an, melihat gayanya saya mengagak beliau adalah orang berkerjaya. 
           Hari ini saya terfikir pengalaman saya dengan wanita semalam.. Alangkah bagusnya saya mengambil sikapnya untuk saya praktikkan juga di kediaman saya.. Bertambah semangat saya untuk memulakan projek "tani" ini.. Semasa menulis ini saya tersenyum sendiri kerana wanita yang saya berbual mesra dari hal labu ke hal tanaman herba hingga ke resepi jemput-jemput daun kunyit rupanya saya tidak tahu namanya.... Apa pun terima kasih kepada beliau yang berkongsi pengetahuan dan pengalaman... Moga kami berjumpa kembali di Giant tempat yang sama atau di lain tempat kerana saya amat cam wajahnya..

Pokok Kunyit (Gambar dari Google)

Jemput-Jemput Daun Kunyit + Udang/Udang Pepai (Gambar dari Google)

Labu~ Warna hijau seperti ini digemari orang Cina (Gambar Google)
Buah Labu selain buat sayur masak lemak, sedap juga dibuat pengat dan cucur labu
Pokok Bunga Kantan (Gambar dari Google) Bahan wajib yang perlu ada dalam membuat laksa.
Sedap juga dihiris halus dan dicapur dengan ikab bilis goreng dan diperah asam limau



Pokok Lengkuas (Gambar dari Google)
Lengkuas bahan yang perlu ada dalam masakan rendang, kurma dan sebagainya
Orang bugis menjadikan bahan utama dalam masakan Ayam Lengkuas (Manuk  Nasu Likku')

Isnin, 31 Oktober 2011

Di Kala Sepi..

Di kala sepi itu tenang
hati pun bisa menyanyi  riang
mata berkelip bersinar
mulut terukir indah
kerana bersama sepi itu
tetap ada yang rindu.. 

Di kala sepi itu indah
hati, akal dan mata
bagai bersatu
seia sekata
bersama menyanyi
apa pun lagu pasti gembira
kerna dia pembawa semangat..

Di kala sepi yang sayu
bagai daun berguguran
berlalu bersama deras air di kali
tanpa henti tanpa kembali
hanyut setia bersama waktu..
kerana rindu tidak berpaksi..

Di kala sepi itu bagai sembilu
merindu pada yang tak setuju
entah bila masa menentu
engkau dan aku akan bertemu
walau hanya seketika lalu
biar suratan jadi penentu..

Syanz Abraoof
12.10am@31 Okt 2011

Ahad, 30 Oktober 2011

Aktiviti Waktu Senggangku...

Petang ni terasa boring.. cuaca pun tidak menentu di luar 
sat mendung sat panas..
Mengambil kesempatan ini untuk membuat eksperimen pelbagai foto 
melalui aplikasi PhotoScape.. 
Boleh diprint dan dijadikan frame hiasan dinding sebagai koleksi decor-decor di rumah..
Hook Pelbagai Gambar Jenis Cafe






Hiasan Bunga Berpasu







Frame Gambar Liona, Fiona dan Miona
Frame Gambar Anak Buahku ~ Amani Othman Dengan Pelbagai Wajah Dalam Satu Hari Di Hari Raya

Foto pelbagai aksi ketika boring... hahahaha...